Tampilkan postingan dengan label Info Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Unik. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2013

Kelebihan Orang Yang Bertubuh Pendek


  • Lebih panjang umur
Studi baru yang melibatkan 500 pria di Sardinia mengungkapkan bahwa orang-orang yang lebih pendek cenderung hidup lebih lama daripada orang-orang yang lebih jangkung, rata-rata dua tahun. Riset yang diterbitkan di jurnal Life Sciences juga mencatat bahwa data yang dikumpulkan dari jutaan kasus kematian menunjukkan bahwa orang-orang yang perawakannya pendek lebih panjang umur.
  • Lebih subur
Menurut para peneliti Belanda, perempuan yang lebih pendek cenderung mempunya lebih banyak anak daripada perempuan yang lebih tinggi. Alasannya belum jelas, namun pemimpin peneliti Gert Stulp, PhD, menduga bahwa perempuan yang lebih pendek menggunakan lebih banyak energi saat bereproduksi. Pada pria, mereka yang tingginya rata-rata ternyata punya anak paling banyak.
  • Punya karakter kuat dan selera humor yang tinggi 
John Schwartz, reporter The New York Times dan penulis Short: Walking Tall When You Are Not Tall , menduga bahwa banyak masalah yang dikaitkan dengan tubuh yang pendek dibesar-besarkan oleh perusahaan obat-obatan yang menjual hormon pertumbuhan badan. Dalam wawancara dengan NPR (National Public Radio), Schwartz mengatakan bahwa orang-orang yang lebih pendek bekerja lebih keras, lebih tangguh, dan punya selera humor yang baik.

Kelebihan ini bukanah hal yang pasti/absout, banyak faktor yang mempengaruhinya, yang tinggi bukan tidak mungkin berumur pendek dan yang rendah bukan pula jelas berumur panjang, begitu pula dengan tingkat kesuburan, maupun karakter, semua kembali pada individunya masing masing, mau berapapun tingginya yang penting jaga pola hidup sehat, oke sobat IF

[tnv/m]

Mengapa Orang Indonesia Umumnya Pendek?


​Mempunyai tubuh yang pendek bukan berarti Anda hanya bisa menerima kenyataan dan menganut 'dogma' karena faktor genetik. Salah besar. Dr. Elvina Karyadi, M.Sc, Ph.D, SpGK selaku ahli gizi, menjelaskan kekurangan gizi mikro kronis semasa kehamilan bisa menyebabkan anak mengalami stunting alias pendek. Gizi mikro merupakan gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tapi ketika tidak terpenuhi bisa fatal. 

Bila gizi makro menyangkut karbohidrat, protein, dan lemak, maka gizi mikro mencakup vitamin dan mineral, seperti yodium, vitamin A, folat hingga zat besi. "Misalnya kekurangan garam yodium, anak bisa terlahir pendek, terjadi kerusakan otak hingga kekurangan energi (hipotiroid). Padahal yodium ini sangat mudah ditemukan (banyak ditemukan pada garam dan sea food) dan kita hanya butuh 1 gram setiap hari," jelas Dr. Elvina dalam Nutritalk Sari Husada (21/5).

Dr. Elvina menambahkan kekurangan mineral penting lainnya seperti zat besi (anemia) pada ibu hamil akan menyebabkan risiko kematian ibu karena pendarahan, bahkan bayi terlahir prematur dan berat badan anak rendah. Belum lagi masalah rendahnya vitamin A yang berkaitan dengan sistem penglihatan anak. Akibatnya, masalah hidden hunger (kekurangan salah satu vitamin/mineral) dapat mempengaruhi perkembangan kognitif, tumbuh kembang, bahkan kesehatan anak di masa depan. 

"Tubuh kurus bisa menandakan tingkat zat gizi anak akut, kalau sudah kronis, anak bisa pendek. Masalah ini bisa dikoreksi dengan cara mengejar dua tahun pertama anak (masa golden age), dengan memperbaiki gizi anak baik mikro maupun makro dan terus konsisten hingga masa tumbuh anak selesai, yaitu pada laki-laki sebelum usia 21 tahun dan perempuan 18 tahun," tambahnya.

[go/m]