Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2013

Bahaya Mie Instan

1. Malnutrisi
Mi instan dapat menghambat kemampuan menyerap nutrisi. Setelah sering mengonsumsi mi instan, banyak anak-anak balita mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan yang tepat.

2. Kanker
mi instan yang dikemas dengan bungkus yang mengandung styrofoam dan bisa langsung diseduh. Padahal styrofoam dikenal sebagai agen penyebab kanker.

3. Keguguran
Sejumlah wanita hamil yang makan mi instan selama kehamilan mengalami keguguran. Hal ini karena kandungan bumbu dan pengawet pada mi instan dapat mempengaruhi perkembangan janin.

4. Gangguan metabolisme
Konsumsi mi instan jangka panjang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mi.
5. Kerusakan pada organ
Mi instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembaban. Tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Hal ini menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

6. Gangguan sistem pencernaan
Mi instan dapat mengganggu sistem pencernaan. Konsumsi lanjutan dari mi instan mengakibatkan kembung, sembelit atau tidak teraturnya gerakan usus.

7. Kegemukan
Mi instan adalah salah satu penyebab utama obesitas. Hindari mi instan karena mengandung sejumlah besar lemak dan natrium yang menyebabkan retensi air dalam tubuh.

8. Alergi
Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mi. Sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.

9. Hipertensi
Mi instan juga mengandung jumlah natrium yang tinggi. Kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindari konsumsi mi instan berlebihan.

10. Junk food
Mi instan hanya dapat dianggap sebagai junk food dan tidak pernah menggantikan makanan bernutrisi. Hal ini karena mengandung sejumlah besar karbohidrat tetapi tidak ada vitamin, mineral atau serat. Mi instan juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Ini padat kalori dan memberikan efek negatif pada kesehatan.

[dk/m]

14 Fakta Pengaruh Minuman Beralkohol Terhadap Tubuh


  1. Konsumsi alkohol rutin atau dalam jumlah tinggi menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf pusat
  2. Alkohol mempengaruhi sistem saraf dengan menghambat distribusi sinyal antara saraf tulang belakang dengan otak.
  3. Alkohol diserap oleh darah yang pada akhirnya mempengaruhi saraf sehingga memicu mati rasa.
  4. Alkohol merupakan depresan yang menekan kinerja sistem saraf pusat. Alkohol juga dikenal meningkatkan aktivitas ‘asam gamma aminobutyric’ (GABA) dan melemahkan ‘glutamin’. Akibatnya, koordinasi tubuh seseorang menjadi tumpul. Kurangnya koordinasi dan perilaku yang tidak terkontrol merupakan efek paling terlihat ketika seseorang mabuk.
  5. Sel-sel menjadi semipermeabel atau berubah lebih tebal akibat konsumsi alkohol. Sel-sel yang tidak sehat ini akhirnya berkontribusi dalam melemahkan sistem saraf.
  6. Tingkat toleransi seseorang yang tinggi terhadap alkohol membuatnya lebih rentan terhadap berbagai macam infeksi.
  7. Konsekuensi berat seperti serangan jantung, stroke, dan demensia berpotensi terjadi.
  8. Konsumsi alkohol kronis atau bertahap menyebabkan kecanduan minuman beralkohol. Gejala khas kecanduan akan meliputi panik, kecemasan, tremor, mual, dan gangguan tidur.
  9. Alkohol juga akan merusak kedua lobus frontal, sekaligus mengurangi berat dan ukuran otak.
  10. Kecanduan alkohol akan membuat seseorang kekurangan vitamin. Alkohol membuat tubuh gagal menyerap vitamin B-1 (thiamine). Sindrom ini dikenal sebagai ‘ensefalopati Wernicke’ yang menyebabkan kurangnya koordinasi, gangguan penglihatan, ingatan jangka pendek, dan kebingungan.
  11. Alkohol menunjukkan dampak pula pada formasi reticular, sumsum tulang belakang, cerebral cortex, dan otak kecil.
  12. Alkohol akan terlarut dalam lipid yang memicu berbagai efek neurokimia.
  13. Efek neurokimia yang timbuk diantaranya meningkatkan aktivitas neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin.
  14. Alkohol juga meningkatkan produksi beta-endorphin, yang merupakan agen anti-nyeri.
           dan masih banyak lagi pengaruh buruk Minuman Beralkohol

Efek alkohol tergantung pada usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dan faktor lainnya.
- Konsumsi Rendah
Kuantitas rendah alkohol akan mengurangi ketegangan, melemaskan otot-otot, menurunkan refleks, dan juga mengurangi waktu reaksi dan koordinasi.
- Konsumsi Medium
Konsumsi medium alkohol menyebabkan mengantuk dan perubahan suasana hati.
- Konsumsi Tinggi
Konsumsi tinggi alkohol menyebabkan kesulitan bernapas, kadang-kadang bahkan kegagalan napas, muntah, serangan panik, tidak sadar, kadang-kadang menyebabkan koma, dll

Yuuk Hindari MIRAS !!!

[ae/o]

Bahaya Minuman Beralkohol (Miras)


Alkohol jelas berbahaya bagi tubuh. Meski Anda bukan pecandu dan hanya peminum moderat atau peminum sosial, alkohol tetap memberikan efek buruk bagi tubuh. Inilah yang terjadi pada tubuh orang yang suka minum alkohol.
Efek buruk alkohol yang langsung terasa biasanya adalah mabuk. Tapi jauh dibalik itu, bila minuman ini terus-menerus dikonsumsi, maka kesehatan yang jadi taruhannya.

Berikut beberapa efek yang terjadi pada tubuh bila Anda suka minum minuman beralkohol, seperti dilansir Boldsky, Minggu (3/2/2013):

1. Sirosis hati

Penyakit ini seperti musuh dari semua peminum alkohol. Alkohol adalah seperti racun bagi sel-sel hati yang dapat menimbulkan bekas luka jaringan hati. Akhirnya hati yang begitu rusak berhenti bekerja sama sekali. Sirosis (pengerasan hati) adalah penyakit yang berpotensi fatal.


2. Tekanan darah tinggi

Alkohol akan membuat Anda 'high' atau melayang. Perasaan ini berasal dari sistem saraf simpatik yang mengontrol tekanan darah Anda. Ketika Anda melakukan pesta minuman keras, sangat mungkin terjadi lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba.


3. Kegemukan (obesitas)

Vodka, bir dan gin adalah minuman beralkohol yang cukup menggemukkan. Sebenarnya Anda bisa mendapatkan lebih banyak kalori dari alkohol ketimbang dari makanan. Kebanyakan pecandu alkohol kronis memiliki 'perut bir' alias buncit. Obesitas adalah awal dari banyak masalah kesehatan yang serius.

4. Penyakit pembuluh darah

Jika tekanan darah Anda tinggi, itu jelas akan memberikan tekanan pada jantung. Peminum alkohol cenderung lebih rentan dan berisiko mengalami serangan jantung. Alkohol juga membuat platelet darah menggumpal yang mengarah pada penyumbatan jantung


5. Anemia
Ketika Anda minum alkohol, oksigen yang dibawa oleh darah akan berkurang. Ini menyebabkan anemia jenis tertentu yang membuat tubuh Anda terasa lelah dan sesak napas, bahkan saat tidak melakukan apa-apa.

6. Asam urat
Asam urat merupakan jenis radang sendi (arthritis) yang disebabkan karena akumulasi asam urat pada sendi. Jika Anda seorang peminum alkohol, asam urat akan terasa lebih menyakitkan ketimbang orang biasa.

7. Kerusakan pankreas
Alkohol dapat menyebabkan peradangan pada pankreas dan menghambat sistem pencernaan yang normal. Kondisi ini sangat susah diobat dan juga dapat menyebabkan kematian.

8. Kerusakan saraf
Alkohol juga merupakan racun pada sel-sel saraf, yang dapat menyebabkan sindrom yang disebut alcoholic neuropathy. Anda mungkin akan merasakan seperti tertusuk jarum di ujung jari tangan atau kaki, atau mati rasa di beberapa bagian tubuh.

[Berbagai sumber)

Minggu, 13 Oktober 2013

Kerugian Nyata Akibat Merokok

Menurut sebuah studi baru-baru ini, yang dipublikasikan oleh American Journal of Public Health, statistik bisa menunjukkan betapa seriusnya akibat rokok.
Para peneliti menemukan bahwa ada 42.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya, dan 900 bayi termasuk di antaranya. Selain itu, ada 600.000 orang yang berpotensi meninggal dunia setiap tahunnya, dan akibatnya ada 6,6 miliar USD kerugian diderita akibat berkurangnya produktifitas. Menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Gallup, para perokok dan non-perokok tampaknya tidak menyadari bahayanya rokok, khususnya bagi perokok pasif.
Dan, untuk mengetahui dengan lebih pasti bahaya rokok tersebut, maka para peneliti tersebut memeriksa penanda toksin dari rokok dalam tubuh, yang disebut cotinine.
Cotinine adalah produk antara yang pasti ada dalam tubuh perokok dan jumlahnya dapat menunjukkan banyaknya nikotin yang dihisap oleh seseorang. Para peneliti tersebut mengukur kadar cotinine tersebut dalam darah orang yang meninggal akibat rokok dan mendapati bahwa tingkat kematian paling tinggi lebih diakibatkan oleh efeknya terhadap paru-paru dibandingkan pada jantung.

Memang akan ada lebih banyak statistik yang bisa kita cari tentang betapa bahaya rokok bagi kesehatan. Maka, agar lebih termotivasi untuk berhenti merokok, Anda perlu tahu tujuh hal berikut ini.
Merokok dapat 

Mengganggu ‘Aktifitas’ Anda di Tempat Tidur
Nikotin adalah vasokonstriktor. Artinya, itu dapat memperkecil pembuluh darah arteri Anda. Dengan demikian, jantung Anda akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, kendali otak untuk merasakan kenikmatan akan terganggu.
Sebuah penelitan yang dipresentasikan dalam konferensi tahunan American Heart Association, dengan tema Pencegahan dan Epidemiologi Penyakit Kardiovaskular, mengemukakan bahwa pria yang mengonsumsi rokok lebih dari 20 batang per hari memiliki resiko disfungsi ereksi 60% lebih tinggi dibandingkan pria yang tidak pernah merokok. Bahkan, angka 15% dari pria perokok yang sudah mengalaminya lebih menunjukkan lagi bahaya rokok tersebut.

Merokok Dapat Mengganggu Istirahat
Sebuah penelitian yang muncul dalam jurnal edisi Februari 2008 yang diterbitkan oleh American College of Chest Physicians (ACCP) mengungkapkan bahwa masa tidur nyenyak seorang perokok lebih sedikit daripada non-perokok.
Hal ini mungkin tampaknya tidak termasuk dalam bahaya rokok, tetapi kurangnya tidur yang ‘dalam’, atau nyenyak, dapat mempersingkat umur seseorang dalam jangka panjang.

Tulang Menjadi Rapuh
Kepala bagian pembedahan ortopedi di Carolina Medical Center, Edward N. Hanley Jr., MD, menyelidiki bahaya rokok terhadap tulang. Dia mendapati bahwa 50% perokok akan mengalami nyeri punggung, dibandingkan dengan hanya 20% dari non-perokok.
Selain itu, nikotin juga dapat memperlambat kesembuhan setelah patah tulang dan menghambat fungsi esterogen. Bahaya rokok juga lebih nyata dengan adanya angka 2,3%- 3,3% hilangnya kepadatan tulang wanita yang menghisap 10 pak rokok per tahun.

Telinga Berdenging
Lagi-lagi, nikotin-lah biang keroknya. Karena memperlambat sirkulasi darah ke struktur telinga, nikotin dapat menyebabkan Tinnitus atau telinga berdenging. Dan, yang cukup mengkhawatirkan dari bahaya rokok adalah bahwa perokok memiliki resiko 70% lebih tinggi mengalami kehilangan pendengaran dibandingkan non-perokok.

Interaksi dengan Obat
Rokok dan pil KB adalah paduan sempurna yang dapat menyebabkan kematian. Jika dikonsumsi oleh seorang perokok, kontrasepsi oral dapat menyebabkan meningkatnya resiko penyumbatan pembuluh darah, 

Serangan jantung, dan stroke.
Seorang wanita yang menghisap lebih dari 15 batang rokok per hari perlu ekstra hati-hati terhadap bahaya rokok yang satu ini. Resiko ini lebih tinggi lagi pada wanita berumur 35 tahun ke atas yang adalah perokok berat.

Resiko Psoriasis
Mengonsumsi rokok setiap hari ternyata dapat menimbulkan resiko psoriasis. Resiko ini lebih tinggi lagi jika si perokok mengonsumsi lebih dari 20 batang per hari

Sulit Berhemat
Rata-rata, seorang perokok bisa menghabiskan Rp. 300-500 ribu setiap bulannya hanya untuk membeli rokok. Dengan semakin membumbungnya harga rokok setiap hari, tentu ini akan berbahaya bagi keuangan Anda.

[Dhr/c)

Persentase Perokok Meningkat, Iklan Rokok Harusnya dibatasi !!!


Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta pemerintah untuk melarang iklan rokok secara menyeluruh terutama di televisi dan baliho.
"Pemerintah mampu melarang iklan susu formula bukan yang utama dibanding ASI, tetapi kenapa tidak bisa melakukan hal yang sama terhadap iklan rokok," katanya saat konferensi pers petisi antiiklan rokok di Jakarta, Senin (17/6). Arist menilai hal tersebut patut dipertanyakan karena banyak penelitian sudah membuktikan iklan rokok berpengaruh dalam menginisiasi dan rokok merupakan zat adiktif yang
berbahaya. 

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, sebanyak 62,5 persen perokok mulai merokok saat remaja sebelum usianya mencapai 19 tahun. Sementara itu, survei Global Youth Tobacco menunjukkan peningkatan prevalensi perokok remaja usia 13-15 naik lebih dari 1,5 lipat selama kurun waktu tiga tahun, yakni dari 12,6 persen tahun 2006 menjadi 20,3 persen tahun 2009. 

Dari sisi jenis kelamin, perokok laki-laki meningkat dari 24 persen menjadi 41 persen. Sementara perempuan, naik dari 2,3 persen menjadi 3,5 persen pada periode yang sama. 
"Karena itu Komnas Perlindungan Anak mendesak agar pemerintah melarang iklan, promosi dan sponsor rokok," ujar Arist.

[Rpblk.Cd]

Kandungan Asap Rokok?

Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, atau 'komponen asap,' juga disebut sebagai 'emisi asap.' Komponen asap yang paling luas dikenal adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida (CO). Selain zat-zat ini, hingga saat ini lebih dari 7,000 zat kimia telah diketahui terkandung dalam asap rokok. Dinas kesehatan masyarakat telah menggolongkan sekitar 70 komponen asap sebagai kemungkinan penyebab penyakit yang terkait dengan merokok, seperti kanker paru, penyakit jantung, dan emfisema.
Komponen asap diukur menggunakan mesin laboratorium. Pada saat ini metode pengujian yang berstandar dan tervalidasi secara internasional hanya tersedia untuk beberapa komponen asap saja, yaitu tar, nikotin,
dan karbon monoksida.

Kadar Tar, Nikotin, dan Karbon Monoksida
Kebanyakan perokok sudah mengenal tar, nikotin, dan karbon monoksida karena banyak pemerintah yang mengharuskan produsen untuk mengukur komponen-komponen ini untuk setiap merek rokok dan mencantumkan hasilnya pada kemasan rokok.

Tar
Tar bukanlah komponen asap yang spesifik, melainkan mengacu kepada partikel-partikel asap yang terukur dalam metode pengujian mesin. Partikel-partikel ini terbuat dari banyak komponen asap, termasuk beberapa komponen yang diyakini penyebab penyakit terkait-merokok seperti kanker paru.

Nikotin
Nikotin adalah zat kimia yang terkandung secara alami dalam tanaman tembakau. Apabila tembakau dibakar, nikotin berpindah ke dalam asap. Nikotin dikenal sebagai zat yang menimbulkan kecanduan dalam asap tembakau.

Karbon Monoksida
Karbon monoksida adalah gas yang terbentuk dalam asap rokok. Karbon monoksida dikenal sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung) pada perokok.

Komponen Asap Lainnya
Ribuan komponen asap lainnya telah diketahui terkandung dalam asap rokok. Selain nikotin dan karbon monoksida, otoritas kesehatan masyarakat telah menggolongkan sekitar 70 di antaranya sebagai kemungkinan penyebab penyakit terkait-merokok. Sebagian dari komponen ini adalah arsenik, benzena, benzo[a]pirena, logam berat (timbel, kadmium), hidrogen sianida, dan nitrosamina khusus tembakau.


[Smprn.C]

Senin, 30 September 2013

Dampak dan Bahaya Makanan Junk Food


Junk food merupakan istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan nirnutrisi mengandung jumlah lemak yang besar.
Makanan cepat saji seperti hamburger, hotdog, soda (peps*, Cola, Sprit*, Teb* dll),  kentang goreng, popcorn, fozen yogurt, makanan kaleng, olahan keju dll, yang umumnya dijual di restoran cepat saji seperti McDonal*'sKF*, CF*, dan Pizza Hu* dll merupakan makanan rendah nutrisi.

Penyakit yang dpat ditimbulkan akibat memakan Junk Food :
-          Hiperkolesterolemia, aterosklerosis, Stroke
-          Penyakit jantung koroner
-          Diabetes
-          Gout/asam urat
-          Hipertensi
-          Obesitas
-          Kanker
-          Penyakit saluran cerna : ulkus peptik/maag, sembelit
-          osteoporosis dan banyak penyakit lainnya

Mengapa Junk Food ini berbahaya? Karna mengandung :
1. Lemak Jenuh
Sebagai hasil olahan industri makanan, junk food biasanya banyak mengandung lemak jenuh. Oleh karena itu, harganya sangat murah dan ketika dipanaskan dapat bertahan pada temperatur tinggi. Bahayanya, lemak jenuh bisa menjadi biang kegemukan dan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. apabila kondisi tersebut terjadi pada seseorang, maka masalah kesehatan serius lainnya pun akan terpicu. Kanker, penyakit jantung, dan stroke adalah contoh penyakit yang diakibatkan oleh kandungan lemak jenuh tinggi.
2. Garam
Garam atau monosodium klorida atau natrium klorida merupakan kandungan junk food yang juga perlu disikapi hati-hati. Kadar Garam yang baik untuk dikonsumsi adalah tidak lebih dari 5 gram per hari, dan sangat dianjurkan bagi orang dewasa yang memiliki tekanan darah normal. sementara itu, kandungan garam pada junk food biasanya relatif tinggi

Kita memang membutuhkan zat perasa ini untuk membantu fungsi metabolisme tubuh. Namun, bila berlebihan mengonsumsi penghilang rasa hambar tersebut, maka resiko tekanan darah tinggi akan meningkat.

3. Gula
Kandungan junk food lainnya yang tak kalah tinggi adalah gula.

Minuman ringan, biskuit, kue, dan permen mengandung gula yang tidak sedikit. Kendati secara tidak langsung berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes, kelebihan gula dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas pada usia muda.

Masalah kesehatan lainnya yang bisa disebabkan oleh kadar gula berlebihan adalah tooth decay atau kerusakan gigi, mengurangi level kolesterol berguna, meningkatkan kadar lemak dalam darah yang berhubungan dengan diabetes, dan penyakit jantung.
4. Penambah Cita Rasa atau Zat aditif Sintetis
Zat lain yang terkandung dalam junk food secara berlebihan adalah bahan tambahan atau zat aditif. Umumnya zat aditif ini digunakan untuk mengawetkan dan mempertahankan warna, rasa, dan bentuk. Apa sebenarnya penambah cita rasa atau zat aditif sintetis yang bisa menimbulkan cita rasa tersebut? Pada dasarnya zat aditif sintetis ini adalah sejenis natrium atau sodium yang menjadi sumber utama garam dapur dan vetsin atau MSG (Monosodium Glutamat). Nah, unsur inilah yang menjadi penggugah selera makanan cepat saji atau junk food.

Sebaiknya jangan makan makanan junk food sejawat IF,

hidup sehat, hidup berkualitas

Minggu, 29 September 2013

Dampak Dan Bahaya Mengkonsumsi Soft Drink



Apa itu soft drink, Penyakit yang ditimbulkan soft drink, Dampak meminum soft drink

Soft Drink
adalah minuman berkarbonasi (minuman bersoda), yang diberi bahan tambahan perasa, pemanis, dan zat lainnya, seperti : coca-col*, peps*, limun soda, teb*, fant*, Sprit* dll


Kandungan Soft Drink :
Carbonated water (air soda)

Sekitar 85 % di dalam air soda, terdapat kandungan gas berupa karbon dioksida (CO2).
Bahan pemanis
Pemanis buatan yang sering dipakai dalam soft drink ialah aspartam. Aspartam dibentuk dari perpaduan asam aspartat dengan fenilalanin dan bersifat 200 kali lebih manis dari gula.
Bahan perasa
Bahan perasa terdiri dari bahan perasa alami dan bahan perasa buatan, misal rasa stroberi, ornge dll .
Asam
Asam berperan dalam menambah kesegaran dan kualitas pada soft drink. Asam yang dipergunakan yaitu asam sitrat dan asam fosfor.
Kafein
Kafein berperan dalam meningkatkan rasa yang terkandung dalam soft drink. Kafein yang terkandung dalam soft drink berjumlah ¼ sampai ⅓ dari jumlah kafein yang terkandung dalam kopi.
Pewarna
Pewarna bersamaan dengan gas CO2 merupakan bagian dari karakteristik
soft drink. Pewarna terdiri dari pewarna alami dan pewarna buatan yang dapat
digunakan.

Penyakit Akibat Mengkonsumsi Soft Drink
1.      Kelebihan Berat Badan (Overweight) dan Obesitas
Kelebihan berat badan ini disebabkan pengaruh mengkonsumsi pemanis buatan yang berlebihan yang menyebabkan intoleransi. He et  al (2010) melakukan studi intervensi berupa pengurangan 1,5 kaleng konsumsi soft drink setiap minggu selama satu tahun dan didapati hasil bahwa anak mengalami penurunan terhadap berat badan dan obesitas sekitar 7,7%.
2.      Karies Gigi
Kandungan asam dan gula dalam soft drink memiliki potensi untuk menimbulkan karies gigi dan erosi lapisan enamel (Cheng et al, 2008). Asam terutama asam fosfor sebagai penyebab kehilangan total enamel gigi. Asam fosfor menurunkan pH saliva dari 7,4 menjadi suasana asam. Agar dapat meningkatkan level pH kembali di atas 7, tubuh akan berusaha menarik ion kalsium dari gigi sehingga lapisan enamel gigi menjadi sangat berkurang, ditandai dengan gigi yang terlihat berwarna kekuningan (Valentine, 2002).
3.      Diabetes
Pada penelitian hewan, konsumsi fruktosa dapat menimbulkan resistensi insulin, impaired glucose tolerance, hiperinsulinemia, hipertriasilgliserolemia, dan hipertensi (Wolff dan Dansinger, 2008). Keadaan-keadaan ini dapat menyebabkan timbulnya diabetes. Dalam suatu studi yang melibatkan 91249 wanita dan dilakukan selama delapan tahun, terjadi peningkatan dua kali lipat penyakit diabetes pada mereka yang mengonsumsi satu atau lebih soft drink per hari dibandingkan dengan yang mengonsumsi kurang dari satu soft drink per bulan (Vartanian et al, 2007).
4.      Osteoporosis
Konsumsi soft drink telah menggantikan konsumsi susu, dengan jumlah  konsumsi susu menjadi 1½ gelas susu per hari pada remaja putra dan kurang dari  satu gelas per hari pada remaja putri (Robert dan William, 2000).
Studi yang dilakukan pada anak berusia 3 sampai 15 tahun dengan fraktur tulang hebat memiliki tingkat kepadatan tulang yang rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh asupan kalsium yang rendah, pengurangan kalsium untuk mengembalikan pH saliva normal.

Dampak meminum Soft Drik pada tubuh
1. Menguras kadar air dalam tubuh.
Softdrink seperti diuretik yang malah menghisap kadar air didalam tubuh. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink dapat diatasi dengan cara meminum 8-12 gelas air untuk setiap botol softdrink yang diminum.

2. Tidak bisa menghilangkan rasa haus
Ini disebabkan softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus - menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius.

3. Menghancurkan mineral penting dalam tubuh
Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium, kalsium), osteoporosis (kekurangan kalsium) dan banyak lagi.

4. Mempengaruhi pencernaan. 
Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat.

[Berbagai Sumber]